Senin, 16 November 2015

Kisi kisi MPU ATT - IV B Periode II 2015


BP3IP JAKARTA
ATT-IV B PERIODE II TAHUN AJARAN 2015-2016



KISI KISI MPU


1.       LANGKAH TORAK (S)

-          Langkah torak (S) adalah Lintasan yang di tempuh torak Antara titik mati atas (TMA) Hingga titik mati bawah (TMB), atau sebaliknya dari TMB ke TMA.
-          VOLUME LANGKAH (VS)
Adlah Isi atau volume silinder Sepanjang jarak dari TMA sampai dengan TMB. Langkah torak dihitung dari luas Penampang torak di Kalikan dengan Langkah torak ATAU
VS =  . S
Karna D = 2 r
R = ½ D : Maka    VS = ¼  . S

2.       RUANG KOMPRESSI

Seperti diketahui pada saat Mesin Diesel melakukan langkah kompressi, Maka udara yang berada dalam cylinder Akan di mampatkan hingga pada posisi dimana torak mencapai TMA.
Volume cylinder di atas torak pada kedudukan TMA di sebut ruang Kompressi (VC)
Lipat Kompressi (∑)
Perbandingan antara volume cylinder diatas torak saat awal langkah Kompressi dengan Volume cylinder di atas torak pada akhir langkah kompressi di sebut lipat kompressi atau perbandingan.
Dengan Demikian : ∑ = VS + VC
                                                VC

3.       RPM ( REVOLUTION PER MINUTE )

Adalah : banyaknya putaran yang dihasilkan mesin tiap menitnya.
Misalkan RPM = n Berarti tiap menitnya Mesin menghasilkan putaran sebanyak n kali.

KECEPATAN TORAK RATA RATA (CM)

Apabila langkah torak = S meter, Maka satu kali putaran poros engkol, Jarak yang di tempuh torak selama itu = 2.S.n   m/detik
                                                                  60
Disebut kecepatan torak rata rata (cm)
Cm = 2.S.n   m/detik
                  60
-          Mesin kerja tunggal – Single acting
Mesin dimana usaha hanya di hasilkan dari sisi atas torak saja
-          Mesin kerja Ganda – Double action

Mesin Penggerak Utama (MPU)
-          Apa yang dimaksud dengan motor Diesel 4 langkah
Motor diesel 4 Tak (langkah) yaitu Mesin yang proses kerjanya memerlukan 4 langkah torak yang bergerak dari TMA ke TMB 2 X Putaran Poros engkol Menghasilkan 1 X tenaga / Usaha.

4.       MOTOR DIESEL 4 TAK (Langkah)

Jelaskan prinsip kerja motor Diesel 4 LangkahDalam rangkaian Proses Yang di sertai Gambar!
-          Langkah Pertama yaitu Langkah Hisap (Suction Stroke)
Dimana posisi piston turun dari TMA ke TMB, Intake Valve terbuka menghisap Udara masuk kedalam ruang pembakar (cylinder)
-          Langkah Kedua yaitu Langkah kompressi (Compression Stroke) dimana piston bergerak naik dari TMB ke TMA intake valve dan Exhaust valve tertutup, udara dalam ruang pembakaran dimampatkan hingga mencapai tekanan tertentu.
-          Langkah ketiga yaiu Langkah usaha (Expansion stroke) dimana terjadi pembakaran atau ledakan dari proses-proses kompressi udara dan pengabutan bahan bakar pada ruang pembakaran , sehingga piston bergerak turun dari TMA ke TMB Intake valve dan Exhaust valve masih tertutup.
-          Langkah Ke empat yaitu Langkah buang (Exhaust stroke) dimana piston bergerak naik dari TMB ke TMA, Exhaust valve terbuka dan Intake valve tertutup.

MOTOR DIESEL 2 TAK (Langkah)

Yaitu Mesin yang proses kerjanya memerlukan 2 langkah torak yang bergerak dari TMA ke TMB, ! kali putaran Poros engkol Menghasilkan 1 kali tenaga / Usaha.

Jelaskan Jelaskan prinsip kerja Motor diesel 2 Tak (Langkah) dalam rangkaian proses yang disertai gambar!
-          Langkah Hisap dan Kompressi,
Piston bergerak naik dan membuka air intake valve untuk memenuhi udara pada ruang cran case dan secara bersamaan gerak piston menutup exhaust manifold, Piston masih terus bergerak naik untuk proses kompressi.
-          Langkah Kerja Buang dan Bilas
Piston bergerak kebawah membuka Exhaust manifold dan tak selang waktu secara bersamaan juga dengan bergerak turunnya piston menutup air intake.
Piston Masih bergerak turun Namun belum pada TMB dan menekan udara pada cran case, Piston bergerak turun pada TMB membuka jalur air transfer dan mendorong udara sisa dari pembakaran dengan udara baru ( Proses Bilas )


5.       Jelaskan Hal2  apa yang memungkinkan sebagai penyebab mesin Diesel utama sulit untuk di start!

-          Tekanan udara penjalan terlalu rendah
-          Adanya kebocoran pada starting valve
-          Air starting valve macet karna korosi
-          Tekanan kompressi / pemampatan pada ruang pembakaran terlalu rendah
-          Adanya kebocoran pada sistim bahan bakar (pemipaan, bosh pump, plunger)
-          Penyemprotan bahan bakar di dalam cylinder terlambat dan kurang sempurna
-          Bahan bakar yang mengandung air
-          Aliran bahan bakar yang di sebabkan oleh kekentalan (viscosity) Bahan bakar
-          Propeller (Baling-baling) tersangkut dengan benda-benda keras yang mengapung.

6.       Selesai olah gerak tiba di pelabuhan, Kamar mesin jangan langsung di tinggal karna masih ada prosedur mematikan motor diesel utama tersebut.

Jelaskan prosedur mematikan Motor diesel utama saat tiba di Pelabuhan!
-          Fungsikan udara tekanan (Air compressor)
-          Melakukan parallel dari kedua generator
-          Turunkan putaran mesin diesel utama ke putaran lambat (stby Engine)
-          Matikan pemanas bahan bakar MFO, dang anti dengan pemakaian bahan bakar MDO
-          Kamar mesin dan mesin siap untuk olah gerak tiba di pelabuhan
-          Putaran mesin mengikuti perintah dari anjungan, sampai dinyatakan FEW (Finish With Engine)
-          Buka indicator cook dan mesin di blow up
-          Putar (torn) Mesin induk dengan turning Gear selama ± 5 menit sambal melakukan pelumasan
-          Matikan semua peralatan yang tidak di perlukan selama kapal berlabuh jangkar.

7.       Pada saat kapal berlayar Maka tiba-tiba Motor diesel induk Mati (Black Out) Jelaskan berapa kemungkinan penyebab, dan bagaimana cara saudara mengatasinya?

-          Kekurangan Pasukan Bahan Bakar => Periksa sistim Bahan Bakar Mesin ( Volume tangka Harian, Bost Pump, Injector, Nozzel, beserta pipa-pipa tekanan tinggi )
-          Mesin panas berlebihan (over heating) => periksa sistim-sistim pendingin dan pelumasan (Pompa-pompa LO Cooler, FW Cooler) Dan periksa tekanan-tekanan kerja dari keduanya.
-          Terjadi macet, Bahkan patah pada bagian Ring piston, atau katub-katub Hisap dan Buang => Periksa sejauh mana dampak kerusakan tersebut pada mesin
-          Bantalan Poros engkol yang Macet =>  Lepaskan penutup lubang Carter secepat mungkin, Periksa apakah bantalan panas atau Warnanya berubah, Segera perbaiki dan periksa kelonggaran nya ( Clearance ) dan pelumasan dari seluruh bantalan dengan seksama.
-          Torak macet => Torak tersebut harus di keluarkan dan diperiksa kerusakannyalebih jauh, Misalnya ada keretakan. Kalau kerusakannya tidak terlalu parah, Maka torak harus di haluskan dan disesuaikan kembali kelonggaran antara torak dan lapisan cylinder.
Beban Berat ( Over Load ) => Periksa bagian pada bagian Baling-baling (Propeller) kemungkinan adanya benda yang nyangkut sehingga membebani putaran Propeller.