BP3IP JAKARTA
ATT-IV B PERIODE II TAHUN AJARAN 2015-2016
KISI KISI MPU
1. LANGKAH TORAK (S)
-
Langkah
torak (S) adalah Lintasan yang di tempuh torak Antara titik mati atas (TMA)
Hingga titik mati bawah (TMB), atau sebaliknya dari TMB ke TMA.
-
VOLUME
LANGKAH (VS)
Adlah
Isi atau volume silinder Sepanjang jarak dari TMA sampai dengan TMB. Langkah
torak dihitung dari luas Penampang torak di Kalikan dengan Langkah torak ATAU
VS
=
. S
Karna
D = 2 r
R =
½ D : Maka VS = ¼
. S
2. RUANG KOMPRESSI
Seperti
diketahui pada saat Mesin Diesel melakukan langkah kompressi, Maka udara yang
berada dalam cylinder Akan di mampatkan hingga pada posisi dimana torak
mencapai TMA.
Volume
cylinder di atas torak pada kedudukan TMA di sebut ruang Kompressi (VC)
Lipat
Kompressi (∑)
Perbandingan
antara volume cylinder diatas torak saat awal langkah Kompressi dengan Volume
cylinder di atas torak pada akhir langkah kompressi di sebut lipat kompressi
atau perbandingan.
Dengan
Demikian : ∑ = VS + VC
VC
3. RPM ( REVOLUTION PER MINUTE )
Adalah
: banyaknya putaran yang dihasilkan mesin tiap menitnya.
Misalkan
RPM = n Berarti tiap menitnya Mesin menghasilkan putaran sebanyak n kali.
KECEPATAN
TORAK RATA RATA (CM)
Apabila
langkah torak = S meter, Maka satu kali putaran poros engkol, Jarak yang di
tempuh torak selama itu = 2.S.n m/detik
60
Disebut
kecepatan torak rata rata (cm)
Cm
= 2.S.n m/detik
60
-
Mesin
kerja tunggal – Single acting
Mesin
dimana usaha hanya di hasilkan dari sisi atas torak saja
-
Mesin
kerja Ganda – Double action
Mesin
Penggerak Utama (MPU)
-
Apa
yang dimaksud dengan motor Diesel 4 langkah
Motor
diesel 4 Tak (langkah) yaitu Mesin yang proses kerjanya memerlukan 4 langkah
torak yang bergerak dari TMA ke TMB 2 X Putaran Poros engkol Menghasilkan 1 X
tenaga / Usaha.
4. MOTOR DIESEL 4 TAK (Langkah)
Jelaskan
prinsip kerja motor Diesel 4 LangkahDalam rangkaian Proses Yang di sertai
Gambar!
-
Langkah
Pertama yaitu Langkah Hisap (Suction Stroke)
Dimana
posisi piston turun dari TMA ke TMB, Intake Valve terbuka menghisap Udara masuk
kedalam ruang pembakar (cylinder)
-
Langkah
Kedua yaitu Langkah kompressi (Compression Stroke) dimana piston bergerak naik
dari TMB ke TMA intake valve dan Exhaust valve tertutup, udara dalam ruang
pembakaran dimampatkan hingga mencapai tekanan tertentu.
-
Langkah
ketiga yaiu Langkah usaha (Expansion stroke) dimana terjadi pembakaran atau
ledakan dari proses-proses kompressi udara dan pengabutan bahan bakar pada
ruang pembakaran , sehingga piston bergerak turun dari TMA ke TMB Intake valve
dan Exhaust valve masih tertutup.
-
Langkah
Ke empat yaitu Langkah buang (Exhaust stroke) dimana piston bergerak naik dari
TMB ke TMA, Exhaust valve terbuka dan Intake valve tertutup.
MOTOR DIESEL 2 TAK (Langkah)
Yaitu
Mesin yang proses kerjanya memerlukan 2 langkah torak yang bergerak dari TMA ke
TMB, ! kali putaran Poros engkol Menghasilkan 1 kali tenaga / Usaha.
Jelaskan
Jelaskan prinsip kerja Motor diesel 2 Tak (Langkah) dalam rangkaian proses yang
disertai gambar!
-
Langkah
Hisap dan Kompressi,
Piston
bergerak naik dan membuka air intake valve untuk memenuhi udara pada ruang cran
case dan secara bersamaan gerak piston menutup exhaust manifold, Piston masih
terus bergerak naik untuk proses kompressi.
-
Langkah
Kerja Buang dan Bilas
Piston
bergerak kebawah membuka Exhaust manifold dan tak selang waktu secara bersamaan
juga dengan bergerak turunnya piston menutup air intake.
Piston
Masih bergerak turun Namun belum pada TMB dan menekan udara pada cran case,
Piston bergerak turun pada TMB membuka jalur air transfer dan mendorong udara
sisa dari pembakaran dengan udara baru ( Proses Bilas )
5.
Jelaskan Hal2 apa yang
memungkinkan sebagai penyebab
mesin Diesel utama sulit untuk di start!
-
Tekanan
udara penjalan terlalu rendah
-
Adanya
kebocoran pada starting valve
-
Air
starting valve macet karna korosi
-
Tekanan
kompressi / pemampatan pada ruang pembakaran terlalu rendah
-
Adanya
kebocoran pada sistim bahan bakar (pemipaan, bosh pump, plunger)
-
Penyemprotan
bahan bakar di dalam cylinder terlambat dan kurang sempurna
-
Bahan
bakar yang mengandung air
-
Aliran
bahan bakar yang di sebabkan oleh kekentalan (viscosity) Bahan bakar
-
Propeller
(Baling-baling) tersangkut dengan benda-benda keras yang mengapung.
6. Selesai olah gerak tiba di pelabuhan,
Kamar mesin jangan langsung di tinggal karna masih ada prosedur mematikan motor
diesel utama tersebut.
Jelaskan
prosedur mematikan Motor diesel utama saat tiba di Pelabuhan!
-
Fungsikan
udara tekanan (Air compressor)
-
Melakukan
parallel dari kedua generator
-
Turunkan
putaran mesin diesel utama ke putaran lambat (stby Engine)
-
Matikan
pemanas bahan bakar MFO, dang anti dengan pemakaian bahan bakar MDO
-
Kamar
mesin dan mesin siap untuk olah gerak tiba di pelabuhan
-
Putaran
mesin mengikuti perintah dari anjungan, sampai dinyatakan FEW (Finish With
Engine)
-
Buka
indicator cook dan mesin di blow up
-
Putar
(torn) Mesin induk dengan turning Gear selama ± 5 menit sambal melakukan
pelumasan
-
Matikan
semua peralatan yang tidak di perlukan selama kapal berlabuh jangkar.
7. Pada saat kapal berlayar Maka
tiba-tiba Motor diesel induk Mati (Black Out) Jelaskan berapa kemungkinan
penyebab, dan bagaimana cara saudara mengatasinya?
-
Kekurangan
Pasukan Bahan Bakar => Periksa sistim Bahan Bakar Mesin ( Volume tangka
Harian, Bost Pump, Injector, Nozzel, beserta pipa-pipa tekanan tinggi )
-
Mesin
panas berlebihan (over heating) => periksa sistim-sistim pendingin dan
pelumasan (Pompa-pompa LO Cooler, FW Cooler) Dan periksa tekanan-tekanan kerja
dari keduanya.
-
Terjadi
macet, Bahkan patah pada bagian Ring piston, atau katub-katub Hisap dan Buang
=> Periksa sejauh mana dampak kerusakan tersebut pada mesin
-
Bantalan
Poros engkol yang Macet => Lepaskan
penutup lubang Carter secepat mungkin, Periksa apakah bantalan panas atau
Warnanya berubah, Segera perbaiki dan periksa kelonggaran nya ( Clearance ) dan
pelumasan dari seluruh bantalan dengan seksama.
-
Torak
macet => Torak tersebut harus di keluarkan dan diperiksa kerusakannyalebih
jauh, Misalnya ada keretakan. Kalau kerusakannya tidak terlalu parah, Maka
torak harus di haluskan dan disesuaikan kembali kelonggaran antara torak dan
lapisan cylinder.
Beban Berat ( Over Load ) => Periksa bagian
pada bagian Baling-baling (Propeller) kemungkinan adanya benda yang nyangkut
sehingga membebani putaran Propeller.

